Postingan

Menampilkan postingan dengan label Review

[Novel] Cantik Itu Luka

Gambar
Dilihat dari sudut mana pun, sebenernya udah keliatan jelas banget bahwa novel ini bukan tipe buku yang bakal gue baca (dengan sukarela). Ada dua genre yang pasti bikin gue tertarik; either fantasy tulen — yang kalau bisa latarnya juga dunia asing, atau mystery tulen apalagi menyangkut detektif-detektifan. Namun karena gue menjerumuskan diri ke dalam tukar-menukar buku yang menurut kita "must read" dengan teman sekantor, dapet lah Cantik Itu Luka ini — historical fiction yang super satir dan berfokus ke masalah sosial. "Are you fuckin serious?!?!" begitulah otak fantasy gue menjerit ketika gue mulai membaca. SPOILER ALERT!!! Sore hari di akhir pekan bulan Maret, Dewi Ayu bangkit dari kuburan setelah dua puluh satu tahun kematian. — adalah paragraf pembuka yang sangat punchy dan juga absurd . Gue mulai merasa kalau novel ini punya bagian mistisnya, which is berarti gue harus menanggalkan logika.  Cerita kemudian berfokus pada si nenek Dewi ini dan masa lalunya. D...

[FILM] 27 Steps of May

Gambar
Sangat berbeda dari biasanya, kali ini gue mau review film. 27 Steps of May. Film ini dirilis di kota gue tanggal 27 April, dan tanpa pikir panjang langsung gue tonton karena review yang sangat amat super duper bagus dari WatchmenID yang gue follow di Twitter.  Ekspektasi gue tentu tinggi dong ya setelah disanjung-sanjung sebegitu hebat oleh Watchmen. Kalau dipikir-pikir, sebenarnya ini curhat sih ya daripada review. Soalnya gue nggak akan banyak mengomentari filmnya, tapi apa yang gue rasakan pas nonton. Jadi 27 Steps of May ini ceritanya tentang May yang sewaktu SMA kena pelecehan seksual pas mau pulang ke rumahnya. Sejak saat itu, 8 tahun lamanya May nggak mau keluar kamar, bahkan pas ada kebakaran pun, hingga bapaknya harus maksa dia keluar, May tetep nggak mau.  Film ini menceritakan bagaimana May pulih perlahan-lahan dengan bantuan tak terduga melalui lubang kecil di dinding, yang membawanya bertemu dengan sosok Pesulap, orang yang mengembalika...

[Kompilasi Komik] PERMEN

Gambar
Bukan. Bukan Holy Mother. Kalian yang ngikutin postingan gue tentang Akiyoshi- sensei (gaada yang ngikutin woy, pede amat lu) pasti bertanya-tanya dimana review Holy Mother yang twist -nya edan abis itu. Nggak, gue nggak nge- post itu review di situs lain. Dan ya, gue belum selesai nge- review Holy Mother. Hehe. Bukan, bukan karena gue belum selesai baca bukunya—gue udah namatin ketiga buku sensei Januari lalu—, bukan juga karena gue nggak bisa nulis apa-apa saking “bengong”-nya. Jujur aja, gue udah pernah baca yang lebih twisted , tapi emang Holy Mother rapi banget, sih. Banget. B A N G E T. So , alesan gue belum selesai buat review Holy Mother adalah; gue kekurangan waktu. Liburan semester gue cuma sampai Januari, men. Itu, singkat, banget. Dan karena gue selesaiin bukunya akhir Januari, otomatis gue pun menunda review karena kesibukan kuliah, menunda lagi, ah ada waktu luang —nulis dikit, nunda lagi, kemudian April pun tiba dan review yang gue tulis bahka...

[Novel] Girls in the Dark

Gambar
Girls in the Dark. Banyak reviewers Goodreads bilang twist -nya jauh lebih ‘wah’ dari novel Akiyoshi- sensei yang gw baca sebelumnya; The Dead Returns. Membaca The Dead Returns lebih dulu sebagai perkenalan akan pola cerita Akiyoshi- sensei memang pilihan tepat. Girls in the Dark jadi tidak begitu mengejutkan, plus twist -nya nggak terlalu bikin syok. Tapi tetep, Akiyoshi- sensei adalah salah satu trickster dengan karya-karya terbaik yang pernah gw baca. Apa yang ingin disampaikan oleh gadis itu? Gadis itu mati. Ketua Klub Sastra, Shiraishi Itsumi, mati. Di tangannya ada setangkai bunga lily. Pembunuhan? Bunuh diri? Tidak ada yang tahu. Satu dari enam gadis anggota klub Sastra digosipkan sebagai pembunuh gadis cantik berkarisma itu. Seminggu sesudahnya, Klub Sastra mengadakan pertemuan. Mereka ingin mengenang mantan ketua mereka dengan sebuah cerita pendek. Namun ternyata, cerita pendek yang meteka buat adalah analisis masing-masing tentang sia...