[Novel] The Dead Returns

Gw udah tertarik sama buku-bukunya Akiyoshi Rikako sejak lama, tapi ragu beli karena budget nggak memadai. Akhirnya pas gw iseng buka-buka Tokped, eh nemu karya-karya Akiyoshi Rikako dari penerbitnya langsung, terlebih diskon 40%, broh!




Langsung deh gw sikat.

Berpatokan pada Goodreads, dari ketiga buku yang gw beli, rating terendah dimiliki oleh The Dead Returns. Alhasil gw baca buku ini duluan, hehe… sekalian kenalan sama gaya bahasa dan twist khas Akiyoshi-sensei yang katanya mantab soul.

Hasil gambar untuk the dead returns akiyoshi rikako


Suatu malam, aku didorong jatuh dari tebing.
Untungnya aku selamat.

Namun, saat aku membuka mataku dan menatap cermin,
aku tidak lagi memandang diriku yang biasa-biasa saja.
Tubuhku berganti dengan sosok pemuda tampan yang tadinya hendak menolongku.

Dengan tubuh baruku,
aku bertekad mencari pembunuhku.

Tersangkanya, teman sekelas.
Total, 35 orang.
Salah satunya adalah pembunuhku.



Begitulah. Seperti sinopsisnya, tokoh utama kita, Koyama Nobuo yang didorong jatuh dari tebing ini terbangun dari koma dalam tubuh penolongnya, Takahashi Shinji.

Dengan tubuh Shinji, Nobuo mulai bertemu orang-orang baru dan membuat alasan bahwa ia mengalami Memory Disorder sehingga tidak dapat mengingat mereka. Meski semuanya mulai curiga akan sosok “Shinji” yang “Bukan Shinji”, kehidupan baru yang dijalani Nobuo membuat pemuda itu paham bagaimana hidup Shinji sangat jauh berbeda dengan hidupnya.

Shinji punya keluarga yang didambakan setiap anak, paras menawan, otak cemerlang, teman-teman hebat dan seorang pacar cantik. Dia pun berbakat dan membuat Nobuo merasa bersalah telah mengambil hidup Shinji.

Ya, pas Shinji mau nolong Nobuo yang jatuh dari tebing, dia pun juga ikut jatuh. Karena saling bertukar tubuh, tentu saja Shinji yang asli sedang ada dalam tubuh Koyama Nobuo, yang mana sudah mati 2 bulan lalu.

Nobuo yang ada dalam tubuh Shinji pun pindah ke sekolah lamanya, SMA Higashi, dengan alasan mencari suasana baru dimana semua orang nggak akan tahu dia ilang ingatan. Padahal—yep, dia mau nyari pembunuhnya.

Dari sini lah ia tahu kalau kematiannya tidak terlalu dikenang lagi. Pantas saja, Nobuo ‘kan tampangnya biasa saja, orangnya suram dan maniak kereta api. Dia nggak terlalu pandai bersosialisasi dan temannya cuma satu, Tanaka Yoshio. Dengan keadaan begitu, siapa, sih, yang mau mengenangnya?

Hasil gambar untuk crying gif

Tapi karena hal itu lah si pelaku jadi tersembunyi dengan baik. Mulai dari halaman 4, pembaca sudah diajak menebak-nebak pelaku dan mencurigai semua orang. Gw sampai nyatet poin-poin penting yang gw tangkap sewaktu Nobuo (dalam tubuh Shinji) berinteraksi dan menginterogasi semua orang. Ini bener-bener worth. Nggak ada tokoh NPC, sudut pandang Nobuo (dalam tubuh Shinji) bener-bener berhasil menyembunyikan twist dalam novel ini dengan sangat, amat, apik.

Lo nggak akan bosan. Lo akan terus membalik halaman sampai tamat. Lo mungkin bisa menebak kronologi kejadiannya, tapi pelaku dan alibinya… lo bakal ternganga selama beberapa detik dan bergumam kesel;

“Oh jadi selama ini…”
“Anjir bener juga!”
“Shit kok gw nggak nyadar?”

—kayak gw, bwahaha…

Gw juga mau memuji penokohan ala Akiyoshi-sensei. Benar-benar kuat dan total banget. Saat sensei membuat karakter maniak kereta api, referensi kereta api dan bahkan cara membedakan tiap warnanya bener-bener bikin gw speechless. Begitu pula dengan karakter lain juga nggak kalah kuat. Nggak kebayang gimana riset yang udah sensei lakuin biar bias buat karakter sekuat itu.

Intinya The Dead Returns ini lumayan ringan dibaca dan twist-nya bener-bener berhasil. Jujur gw mungkin bisa menebak siapa pelakunya tapi gw nggak kepikiran sama sekali tentang ‘apa’ yang terjadi sama pelakunya. Itu bener-bener… rapi. Keren banget. Bagi kalian yang mau baca dan berharap sedikit clue, gw kasih tahu; jangan terlalu percaya apa yang Nobuo (alias POV Orang Pertama) percaya. Karena bagian itu lah yang digunain Akiyoshi-sensei buat ngebingungin kita.

Yosh, gw nggak bisa komentar banyak, selamat membaca! :D


Untuk review yang lebih lengkap, ada di bawah ini :D Sayangnya karena ada spoiler-nya, jadi...

SPOILER ALERT!! REVIEW INI MEMBAHAS ISI BUKU KESELURUHAN, JADI SAMPAI ENDINGNYA PUN BAKAL GW JABARIN. Yang belum baca novelnya sebaiknya langsung beli dan mari ketipu bareng wkwk.

Gw ketipu mentah-mentah. 

Padahal gw pernah baca FF yang menggunakan POV Orang Pertama dan sukses bikin twist dari hal itu, dan sekarang gw melakukan kebodohan yang sama dengan memercayai semua yang Nobuo (dalam tubuh Shinji) percayai.

Pertama, gw dapet informasi bahwa akar mula Nobuo mati adalah karena dia nerima surat yang mengatakan kalau dia udah ditunggu di tebing pukul 7 malam. Tulisannya acak khas anak cowok, warna kertasnya hijau—hijau apalah dalam kamus Nobuo—dan disini gw berpikir ada kemungkinan kalau yang nulis itu cewek, tapi anggap lah kemungkinan yang nulis adalah cowok sebesar 75%.

Kemudian saat Nobuo sudah sampai di tempat yang tertera di surat, ia pun didorong dengan SANGAT KUAT oleh seseorang 2 KALI. Ini berarti orang yang dorong Nobuo tidak punya tenaga yang besar, karena sudah dijelaskan kalau postur Nobuo itu tinggi dan mendorong orang tinggi di daerah yang anginnya kencang itu susah. Nah, sekarang pelakunya bisa dikerucutkan; kalau bukan cowok yang fisiknya lemah, ya pasti cewek.

Sakamoto-sensei udah pasti tersingkir dari daftar. Aturan novel misteri itu adalah; tidak ada yang bisa dipercaya. Jadi meskipun di sinopsis bilang pelakunya teman sekelas, gw masih mencurigai si sensei. Tapi karena cara mati Nobuo dijelasin, jadinya si sensei selamat, deh.

Lanjut, pembaca lalu dikenalkan dengan Sasaki dan Arai yang termasuk dalam ‘murid populer’ dan supel, yang sewaktu kejadian sedang jogging dan kebetulan melewati rute dekat TKP. Dijelaskan kemudian kalau Sasaki sempat menghilang ke minimarket. Tapi gw udah mencoret kedua orang ini dari daftar karena mereka selalu berolahraga teratur, yang mana pasti fisik mereka nggak lemah. Lagian mereka nggak punya motif buat ngebunuh Nobuo.

Selanjutnya, ada gadis yang menjadi ‘pusat’ kelasnya Nobuo; Jozaki-san. Alibinya adalah saat itu dia lagi sakit dan tiduran, nggak kemana-mana. Nobuo sendiri mencurigai Jozaki karena nada dering HP-nya mirip dengan lagu yang didengar Nobuo pas dia jatuh. Tapi gw udah mencoret Jozaki dari daftar karena, lagi-lagi, dia nggak punya motif.

Setelah itu ada Maruyama-san, gadis yang setipe Nobuo; suram dan nggak menarik. Untungnya Nobuo masih punya Yoshio buat diajak ngobrol, tapi Maruyama-san bener-bener sendirian. Dia ini yang kemudian sering membantu Nobuo (dalam tubuh Shinji) buat mengganti air dan bunga bakung yang diletakkan dalam vas di atas meja Nobuo. Dari sini Nobuo mulai ngerasa tertarik mengenal Maruyama, padahal sebelumnya mereka begitu canggung, apalagi pas mereka digoda karena meja keduanya punya tanda hati yang sama—hasil karya senior sebelumnya, sehingga Nobuo pun secara nggak langsung menjauhi gadis itu—yang baru disesalinya karena Maruyama bener-bener kesepian. Nah, gw agak curiga sama ini cewek. Dia mungkin punya motif, meski dangkal. Dan dia cewek.

Terakhir, ada Yoshio, teman satu-satunya Nobuo. Dari awal gw udah curiga berat sama Yoshio. Kalau motif, mungkin Yoshio punya. Mungkin sebenernya selama ini dia risih sama Nobuo, mungkin sebenernya dia ada orang yang ngejek dia karena temenan ama Nobuo dan dia sakit hati. Mungkin. Dan dia cowok dengan fisik lemah.

Tapi semua kecurigaan gw akhirnya patah saat Nobuo (dalam tubuh Shinji) bilang sama Yoshio kalau dia adalah saudara jauh Nobuo dan kemudian ia menerima pesan misterius, [“Aku tahu siapa kau sebenarnya.”]. Pas Nobuo curhat ke Yoshio tentang ini, Yoshio bilang “Bukankah artinya dia sudah tahu kalau Takahashi-kun adalah saudara jauhnya Koyama-kun?”

Ini kontradiksi.

Sebenarnya Takahashi Shinji BUKAN SAUDARA JAUH Koyama Nobuo. Satu-satunya orang yang Nobuo (dalam tubuh Shinji) beritahu bahwa dia adalah saudara jauh-nya Nobuo (yang asli) adalah Yoshio. Artinya cuma Yoshio yang tahu kalau mereka saudara jauh. Nah, kalau semisal Yoshio-lah si pelaku yang mengirim SMS, berarti dia sedang menggali lubang kuburnya sendiri.

Sip. Tanaka Yoshio dicoret dari daftar.

Tinggal Maruyama.

Alibi si cewek cukup meragukan; katanya dia ke Rumah Sakit waktu kejadian itu, Nobuo pun maklum karena Maruyama punya anemia. Kecurigaan gw memuncak saat dia terus-terusan ‘kebetulan’ ketemu sama Nobuo (dalam tubuh Shinji) dan selalu bilang “Ternyata kau baik.” dan “Maaf.”.

Ini pasti Maruyama dan Takahashi Shinji punya hubungan, nih.

Dan semua terjawab di halaman 134.

“… ada penguntit juga nggak, sih?”
“Aaaah… ada!”
“Kau bilang pernah selalu ditunggu di tempat-tempat kau sering mampir, kan?”

Okesip, makasih Tamotsu-kun.

Jadi menurut gw, mungkin skenarionya begini;

Malam itu, Takahashi Shinji ada di tebing bukan karena kebetulan, tapi karena dipanggil seseorang. Disini gw mulai curiga kalau yang manggil ini adalah Maruyama-san alias si penguntit, tapi mengingat tulisan di kertas adalah 75% tulisan cowok dan nggak mungkin surat undangan masih ada di tangan si pengundang, akhirnya gw berkesimpulan bahwa Shinji lah yang mengundang Maruyama.
Lalu gw ingat sesuatu; mejanya Nobuo dan meja Maruyama benar-benar mirip. Pasti begitu. Itu lah awal mula Nobuo menerima surat nyasar, yang harusnya ada di meja Maruyama.

Singkat cerita, Maruyama, Nobuo dan Shinji pun tiba di tebing. Karena Nobuo yang pertama datang, Maruyama yang datang setelahnya pun menganggap itu adalah Takahashi lalu membunuhnya. Motifnya mungkin karena dia fans fanatik yang nggak terima idola mereka pacaran dengan cewek lain (Shinji adalah anggota band dan punya pacar cantik, ingat?). Masalah Sasaki, yang bisa gw simpulin disini adalah mungkin dia menjadi saksi mata atas pembunuhan yang dilakukan Maruyama.

Tapi ada kejanggalan disini…

Misalkan. Misalkan Maruyama pelakunya, dan Shinji jadi saksi mata (dia mau nolong Nobuo so pasti dia liat wajah pelakunya dong) saat itu, kenapa Maruyama malah bersikap biasa saja sewaktu Shinji pindah sekolah? Dia ‘kan nggak tahu kalau Shinji ‘hilang ingatan’. Harusnya dia menghindar sejauh mungkin, ‘kan?

Mendapat fakta baru, gw mulai mencurigai Yoshio lagi. Apalagi menuju akhir cerita, kemudian diungkap kalau Nobuo (dalam tubuh Shinji) melihat seseorang keluar dari rumahnya (rumah Nobuo) dan langsung lari pas Nobuo (dalam tubuh Shinji) teriak. Persis maling. Saat Nobuo memasuki rumah, ia melihat semua koleksi kereta api dan uang tabungannya hilang. Oke, uang hilang memang biasa, tapi miniatur kereta api? Ngapain coba si maling itu ngebawa gituan, kecuali kalau dia memang suka?

Dan ada fakta baru yang bikin syok sekaligus bimbang lagi; ada asuransi 10 juta yen atas kematian Koyama Nobuo di meja ruang tamu, dan ada telpon dari Sakamoto-sensei yang masuk mailbox; “Nanti saya telpon lagi.”. Plot kejutan ini bener-bener membuat semua analisis gw buyar. Ada apa dengan Ibu Nobuo dan Sakamoto-sensei? Dan Yoshio?

Tapi gw langsung coret Sakamoto dan Ibu Nobuo. Sakamoto karena alasan yang udah gw jabarin di atas, sedangkan Ibu Nobuo karena… plis, dia udah cukup menderita kehilangan suami, kenapa juga dia harus bunuh anaknya demi asuransi? Keluarga mereka nggak se-kekurangan itu, kok.

Putus asa, akhirnya gw ngikut aja waktu Nobuo lari ke rumah Yoshio dan mendapati semua miniatur keretanya ada di kamar Yoshio. Yoshio juga berbohong kalau dia MEMBELI semua miniatur itu dari Nobuo. Dan ternyata, ternyata dia juga bohong kalau saat Nobuo terjatuh dari tebing, Yoshio sedang merawat neneknya. Tidak, neneknya udah pindah ke panti jompo. Yoshio udah nggak ngurus neneknya lagi. Artinya, malam itu Yoshio free.

Gw mulai menuduh Yoshio sekarang.

Tapi, lagi-lagi, LAGI-LAGI, semua yang gw percaya diruntuhkan dengan dua kalimat di kaki halaman 183, saat Nobuo nggak sengaja melihat sesuatu di kamar Takahashi; Ada memo berwarna teh hijau itu. Warna hijau nomor 6, warna kereta tipe 103.

Warna surat yang nyasar ke mejanya Nobuo.

DAMN!
Gw bener-bener frustasi. Di titik ini gw bahkan nggak mau lagi menebak-nebak apa, siapa, dan bagaimana novel ini berjalan karena SEMUA ANALISA YANG GW BANGUN SUSAH PAYAH AKHIRNYA SELALU DIPATAHKAN DENGAN SATU-DUA KALIMAT!

Yaampun.

Akiyoshi-sensei benar-benar…


Oke. Gw akan ikuti permainan ini sampai akhir tapi dengan harapan yang nggak terlalu tinggi seperti saat gw memulai The Dead Returns. Dengan pemikiran seperti itu, akhirnya gw memilih skenario pertama yang tadi udah gw jabarkan;

Maruyama adalah stalker. Shinji yang mengundang dan suratnya entah bagaimana bisa nyasar. Nobuo ke tempat kejadian tanpa sengaja. Maruyama mendorongnya jatuh karena mengira itu Shinji. Udah, segitu aja. Tiga orang ini aja. Yang lain udah nggak gw anggap lagi.

Meski pun akhirnya Sasaki menginterogasi Nobuo yang sempat bertanya ke adik kelas tentang kebenaran alibi Sasaki, gw udah nggak peduli. Pokoknya Sasaki udah kecoret dari daftar. Ada atau enggaknya dia saat kejadian udah nggak penting.

Begitu pula dengan Yoshio. Mau dia yang sebenarnya mendorong Nobuo karena diiming-imingi miniatur kereta oleh Ibunya Nobuo—yang menginginkan asuransi—pun gw nggak peduli lagi. Pokoknya hanya 3 orang ini aja yang ada dalam lingkaran. Masalahnya, gw nggak tahu apa dan bagaimana tepatnya hubungan mereka bertiga.

Sampai kemudian Nobuo mendengar percakapan Yoshio di atap sekolah bahwa ia takut pada Nobuo (dalam tubuh Shinji), gw pun resmi menghapus Yoshio dari ke-kamfret-an novel ini. Yang jadi masalah sekarang; siapa orang yang ditelpon Yoshio? Maruyama, Ibu Nobuo, atau Sasaki?

Yoshio udah gw coret permanen, dan Sasaki nggak dapet untung apa pun bila ia menyembunyikan fakta seandainya saat itu dia lah jadi saksi mata. Ibu Nobuo pun nggak akan menemui Yoshio di atap sekolah jika memang dia ada hubungannya dengan kematian anaknya. Yoshio sendiri juga nggak akan dapet untung apa-apa jika ia menyembunyikan fakta kalau Maruyama pembunuhnya.

Berarti bukan Maruyama, Ibu Nobuo, maupun Sasaki.

Artinya, ada orang ketiga disini. Orang yang ngak pernah dimunculkan sebelumnya. Gw curiga ini pasti si maling.

Tapi siapa si maling?

Pertanyaan gw terjawab saat Nobuo (dalam tubuh Shinji) akhirnya memergoki pertemuan Yoshio dan si ‘orang ketiga’ yang ternyata adalah—

—ADALAH KOYAMA NOBUO!




KAMFREEEETTTTTTTT ANJIR BANGKEEE INI TWIST PALING KAMFRET DARI SEMUA CERITA YANG UDAH GW BACA SHIIIEEEETTTTTTT


Hasil gambar untuk frustrating meme

Koyama Nobuo masih hidup! Dia dan Shinji bertukar tubuh—keduanya masih menghirup O2! Semua pesan misterius yang diterima Nobuo ternyata dari Shinji (yang berada dalam tubuh Nobuo). Nobuo (alias Shinji) tidak mati, dia hanya kabur. Masalah ASURANSI KEMATIAN YANG SANGAT AMAT MENGECOH itu sebenernya ditawarkan seorang kenalan ke Ibunya Nobuo, tapi si Ibu nolak karena Nobuo tidak mati, dia HANYA KABUR. Alasan si Shinji (dalam tubuh Nobuo) ini kabur adalah karena sebenarnya—

—korban kecelakaan 2 bulan lalu berjumlah 3 ORANG.


Hasil gambar untuk shock gif
fucking shit

Dan dia berpikir bahwa yang sedang ada dalam tubuh Takahashi Shinji adalah si penguntit, bukan Nobuo. Karena itu lah dia minta bantuan Yoshio buat mengamati gerak-gerik Nobuo di sekolah. Semua menjadi masuk akal, termasuk pemahaman baru yang langsung membanjiri otak gw;

Maruyama-san lah yang mati. Bunga bakung itu milik Maruyama-san. Nobuo tidak tahu karena meja mereka terlihat sama. Pun pribadi mereka sama, jadi saat dia bertanya, “Bagaimana orangnya semasa hidup?” orang-orang pun menjawab ciri yang sama persis dengan ciri-ciri Koyama Nobuo. Padahal sebenarnya itu ciri-ciri milik Maruyama.

Ini menjelaskan semuanya. Kenapa Maruyama tenang saja saat pertama kali menyapa Shinji, kenapa dia selalu bilang kalau Shinji itu baik, dan kenapa dia juga selalu minta maaf ke Shinji.
Semua itu karena dia adalah hantu.

Oh.

OH.

Hasil gambar untuk crap meme

PANTES AJA YAAMPUN KOK GW BEGOOOKKK.


PANTES AJA! Pantes aja Maruyama selalu sendirian, pantes aja Jozaki nyuekin dia, pantes aja dia dan Nobuo (dalam tubuh Shinji) nggak pernah bersentuhan, pantes aja nama si ‘orang mati’ ini nggak pernah dibahas! Kenapa gw nggak nyadar? Semua gesture Maruyama nggak pernah digambarkan secara jelas, dan dia nampak hidup karena yang bisa melihatnya hanya Shinji (yang di dalam tubuhnya ada Nobuo).

HANYA SHINJI (ALIAS NOBUO).

GW KETIPU OLEH POV ORANG PERTAMA ARGH SIYAAAL! Inilah kenapa gw bilang jangan percaya sama apa yang Nobuo (dalam tubuh Shinji) percaya, karena disitulah letak kejutannya.




Fyuh…

Begitulah. Gw ketipu mentah-mentah karena percaya seribu persen sama penglihatan Nobuo, tanpa memandang keseluruhan plot dari sisi orang ketiga. Akiyoshi-sensei bener-bener apik. Seperti yang gw bilang, gw mungkin bisa menebak kronologi kejadiannya tapi gw bener-bener nggak ada ide bahwa ternyata Maruyama adalah hantu. Bener-bener… nggak terduga.

Sayangnya nggak dijelasin kenapa Sasaki sempat menyudutkan Nobuo saat dia menginterogasi si adek kelas yang dekat dengan Sasaki. Buat apa? Terus juga; kalau misal Shinji yang asli curiga kalau di dalam tubuhnya itu ada jiwa si penguntit, kenapa dia nggak kepikiran kemungkinan lain kalau semisal jiwa tersebut adalah Koyama Nobuo? Ini agak aneh, menurut gw. ‘Kan udah jelas yang maniak kereta api itu Nobuo, bukan Maruyama. Harusnya Yoshio bisa mengetahui apakah yang ada dalam tubuh Shinji itu sebenarnya Nobuo atau Maruyama dengan menggunakan topik kereta api yang hanya mereka berdua yang tahu.

Tapi—ah sudahlah, mungkin juga Shinji yang asli panik dan langsung berkesimpulan kalau yang ada dalam tubuhnya itu adalah si stalker, bukannya Koyama.

Itu aja sih. Selebihnya, novel ini bener-bener worth dan ngasih kita pandangan baru bagaimana cara melihat seseorang. Pengalaman Nobuo yang hidup sebagai seorang Shinji benar-benar mengubah pandangannya bahwa untuk mengetahui isi buku, kau harus membuka sampulnya. Intinya don’t judge a book by it’s cover-nya tersampaikan, lah.

Untuk ukuran karya Akiyoshi-sensei yang dibilang twist-nya nggak terlalu mengejutkan, bagi gw ini udah luar biasa. Hmm… gimana jadinya dengan Girls in the Dark dan Holy Mother yang katanya twist-nya gila-gilaan?

Selanjutnya: Girls in the Dark. Tunggu review selanjutnya, ya! :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Kompilasi Komik] PERMEN

[KumCer] Tales from the Dark